Rabu, 25 Januari 2017

bertandang ke kampung AHOK (belitong trip part 2)




Minggu, 22 januari 2017

lagi-lagi andrea hirata membuat saya penasaran untuk  menyambangi museum yang dibangunnya. yup museum kata andrea hirata, terletak di belitung timur.  jadi hari kedua di belitung ini saya akan mengexplore kota kelahiran calon gubernur jakarta paling kontroversial bapak AHOK alias basuki tjahaja purnama. 



melihat perjalanan yang akan ditempuh jauh, kami berencana berangkat pagi-pagi setelah selesai sarapan di hotel, tapi tiba-tiba tanjung pandan di guyur hujan.....ahhh bakal batal deh explore belitung timur kataku dalam hati. tapi alhamdulilah jam 9 hujan reda kami memutuskan tetap berangkat dengan menggunakan sepeda motor sewaan. bermodal aplikasi waze saya dan suami menuju kota yang terkenal karena film laskar pelangi tsb. tapi sebelumnya kami mampir ke danau kaolin dulu. danau yang terbentuk dari  bekas penambangan kaolin. warnanya mirip-mirip kawah ciwideuy di bandung tapi ini tidak bau seperti kawah putih ciwidey karena bukan belerang. salutnya disini walau banyak pengunjung berdatangan untuk sekedar berfoto di danau kaolin tapi warga setempat tidak lantas menjadikan tempat ini menjadi tempat yang dikomersilkan, tidak ada tiket masuk ataupun tukang parkir disini. bisa sepuasnya berfoto selama kamu kuat dengan teriknya matahari.




di danau kaolin ga pake lama, cuma sebentar ga sampai 15 menit karena kami ga sanggup terik mataharinya (takut item maaakkk ) saya dan suami langsung melanjutkan perjalanan ke kampugnya lintang dkk.

perjalanan yang kami tempuh menurut waze adalah 80km. bayangkan jarak dari rumah ke kantor saja 30km berarti ini kami menempuh jarak hampir 3 kali lipatnya dan ini harus bolak-balik (silahkan kali sendiri) tapi tenang kota belitung tidak seperti kota jakarta yang macet jarak tempuh 80km bisa kami tempuh dalam waktu 1,5 jam....ahhhh lumayan bikin bokong pegel karena kelamaan duduk di motor. apalagi kami sempet nyasar. 

sampai di museum kata jam 10.30....tadinya saya bilang ke si hubby kalau saya cuma mau foto-foto di depan museum kata saja, karena HTMnya yang tak sebanding. iya HTMnya 50ribu ( dapat 1 buku saku laskar pelangi, bukan novelnya yaaa)  dan di dalam hanya untuk foto-foto saja. tapi perjalanan sejauh itu saya pikir sayang juga kalau tidak masuk ke dalam. setelah perang batin ala emak-emak mikirin duit 50.000 worth it atau ngga cuma buat foto-foto akhirnya sayapun memutuskan untuk masuk, iyalah udah jauh-jauh kesini ga masuk kan sayang banget. akhirnya saya membeli tiket masuk untuk 2 orang. kami memasuki rumah yang bercat warna warni ini, ahhhh ga nyesel kok masuk kesini karena bagi yang suka foto-foto hampir semua spot di museum kata ini bisa dijadikan background foto selfi kamu.



















buku laskar pelangi yang diterjemahkan ke beberapa bahasa asing 

semua bagian rumah ini berwarna warni kecuali bagian belakang yang berisi barang-barang vintage, nahh bagi yang suka vintage wajib banget kesini karena di bagian belakang museum ini  banyak banget barang-barang vintage.




replika sekolah yang berada di belakang museum kata


di halaman belakang terdapat juga bangunan replika sekolah laskar pelangi tapi bukan SD muhammadiyah Gantong yang kalian lihat di film laskar pelangi yaa kalau itu beda lagi tempatnya jaraknya kurang lebih 1 km dari museum kata.

selesai berfoto di museum kami langsung menuju Replika sekolah SD muhammadiyah gantong. masuk area sekolah hanya dikenakan biaya retribusi sebesar 3ribu rupiah.






masuk kesini ikut membayangakan begitu susahnya mau belajar, karena kondisi sekolah dan ruangan kelas yang jauh dari layak semoga tidak ada lagi sekolah semacam ini di negeri ini. eh iya kita dapat bonus spot cantik persis di sebrang replika SD muhammadiyah gantong ini yaitu rumah keong dan sampan-sampan cantik, entah bangunan ini untuk apa nantinya denger-denger sih mau di bangun resort gitu.





sebelum kembali ke tanjung pandan lagi-lagi belitung di guyur hujan. akhirnya lewat rumah ahok cuma buat berfoto di depannya (tanda kalo udah pernah kesini hahaha) tapi kostumnya jas hujan dan helm yang belum dilepas karena bener-bener cuma berhenti buat foto doang. kami kembali ke tanjung pandan  hujan-hujanan mau neduh takut kemaleman di negeri orang apalagi jalanan yang harus kami tempuh kembali ke kota jauh dan sepi.



and mission acomplish.....menjelajah belitong dalam waktu 2 hariii saja. hari kedua kami menginap di hotel hanggar 21 yang letaknya dekat dengan bandara mengingat kami akan kembali ke jakarta senin pagi dan langsung ke kantor. hotel hanggar 21 ke bandara cuma butuh waktu 5 menit, saya rekomendasikan bagi yang punya jadwal penerbangan pagi (review hotel nanti akan tulis terpisah insha Allah)

senin 23 januari 2017

kembali ke jakarta dan langsung ngantorrr..... mengadu nasib demi tiket perjalanan selanjutnya *LOL




happy travelling happy people and lets explore the world 

0 comments:

Posting Komentar

 

nining wahyoe Template by Ipietoon Cute Blog Design